Tantangan dan solusi pengangguran lansia di Indonesia menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi yang tepat.
Menurut Dr. Andi Baso Amah, seorang ahli gerontologi dari Universitas Indonesia, salah satu faktor utama yang menyebabkan pengangguran lansia di Indonesia adalah minimnya kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik mereka. “Banyak perusahaan lebih memilih untuk merekrut tenaga kerja muda daripada lansia, padahal lansia juga memiliki pengalaman dan keahlian yang berharga,” ujar Dr. Andi.
Solusi untuk mengatasi tantangan ini, menurut Prof. Dr. Retno Saraswati dari Universitas Gajah Mada, adalah dengan menciptakan program pelatihan dan pembinaan bagi lansia agar dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. “Dengan adanya pelatihan yang sesuai, lansia dapat lebih siap bersaing di pasar kerja dan menjadi lebih produktif,” kata Prof. Retno.
Selain itu, kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat juga dianggap penting dalam menyelesaikan masalah pengangguran lansia. “Dengan adanya kerjasama yang baik, kita dapat menciptakan lapangan kerja yang ramah lansia dan memberikan kesempatan yang adil bagi mereka untuk tetap produktif,” tambah Prof. Retno.
Dalam upaya mengatasi tantangan dan solusi pengangguran lansia di Indonesia, partisipasi aktif dari seluruh pihak diperlukan. Dengan adanya kesadaran dan kerjasama yang baik, diharapkan masalah pengangguran lansia dapat diminimalisir dan memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.
