Fenomena Pengangguran Terselubung: Siapa Mereka Sebenarnya?
Halo teman-teman, apakah kalian pernah mendengar tentang fenomena pengangguran terselubung? Jika belum, mungkin saatnya kita membahasnya lebih dalam. Fenomena ini menjadi perhatian serius dalam dunia ketenagakerjaan, karena ternyata jumlah orang yang terkena dampaknya cukup signifikan.
Pengangguran terselubung adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang sebenarnya tidak bekerja, namun secara statistik tercatat sebagai orang yang bekerja atau memiliki pekerjaan. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari mereka yang bekerja secara informal, atau bahkan yang bekerja sebagai pekerja lepas.
Menurut Dr. Muhammad Shohib, seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, fenomena pengangguran terselubung ini cukup kompleks. “Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari regulasi ketenagakerjaan yang tidak mendukung, hingga tingginya angka pekerja informal di Indonesia,” ujarnya.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ditemukan bahwa sekitar 30% dari total angkatan kerja di Indonesia adalah pengangguran terselubung. Angka ini cukup mengkhawatirkan, karena menunjukkan bahwa masih ada banyak orang yang belum terakomodasi dalam data resmi ketenagakerjaan.
Namun, siapa sebenarnya orang-orang yang termasuk dalam kategori pengangguran terselubung ini? Menurut Dr. Ratna Megawangi, seorang ahli sosiologi dari Universitas Gadjah Mada, mereka bisa berasal dari berbagai kalangan. “Mulai dari pekerja informal di sektor informal, hingga pekerja lepas yang tidak tercatat dalam data resmi,” jelasnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com, Dr. Ratna juga menyebutkan bahwa penting untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi bagi para pengangguran terselubung ini. “Mereka juga butuh perlindungan dan akses terhadap berbagai hak-haknya sebagai pekerja,” tambahnya.
Dengan begitu, kita sebagai masyarakat juga perlu lebih peka terhadap fenomena pengangguran terselubung ini. Kita bisa memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang mungkin tidak terakomodasi dalam data resmi ketenagakerjaan. Semoga dengan kesadaran kita semua, fenomena ini bisa diatasi dan para pengangguran terselubung dapat mendapatkan hak-haknya secara adil dan merata. Semangat!
