Pada masa pandemi ini, pemerintah Indonesia memberikan stimulus pekerjaan sebagai salah satu langkah untuk menggerakkan roda perekonomian. Manfaat dan dampak positif dari stimulus pekerjaan ini sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Manfaat dari stimulus pekerjaan yang diberikan oleh pemerintah adalah meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan adanya stimulus pekerjaan, masyarakat akan memiliki penghasilan tambahan sehingga dapat meningkatkan konsumsi. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, “Stimulus pekerjaan dapat memicu pertumbuhan ekonomi karena masyarakat akan lebih banyak berbelanja, sehingga meningkatkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.”
Selain itu, dampak positif dari stimulus pekerjaan adalah menekan angka pengangguran. Dengan adanya program stimulus pekerjaan, banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang ada. Dampak positif ini juga diakui oleh ekonom senior Faisal Basri, yang menyatakan bahwa “Stimulus pekerjaan dapat menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran di Indonesia.”
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa stimulus pekerjaan juga memiliki dampak negatif, seperti potensi inflasi dan defisit anggaran. Meski demikian, dampak positifnya masih lebih besar daripada dampak negatifnya. Ekonom senior Rizal Ramli menambahkan, “Dalam situasi krisis seperti sekarang, stimulus pekerjaan menjadi langkah yang tepat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.”
Secara keseluruhan, manfaat dan dampak positif dari stimulus pekerjaan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat signifikan. Melalui langkah ini, diharapkan ekonomi Indonesia dapat pulih dan kembali berkembang di tengah situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19.
