Gender dan pengangguran adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan ketika membicarakan masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Peran gender dalam tingkat pengangguran di Indonesia sangatlah signifikan, dan perlu untuk dipahami lebih dalam oleh masyarakat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 7.07 persen, dimana terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara tingkat pengangguran laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa peran gender memang memiliki pengaruh besar terhadap tingkat pengangguran di Indonesia.
Sebagai contoh, menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Diahhadi Setyonaluri dari Universitas Indonesia, perempuan cenderung mengalami tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesenjangan gaji antara laki-laki dan perempuan, serta pandangan masyarakat yang masih menganggap bahwa perempuan seharusnya berperan sebagai ibu rumah tangga.
Selain itu, peran gender juga dapat mempengaruhi akses perempuan terhadap pendidikan dan pelatihan kerja. Menurut Dr. Sri Kusumastuti Rahayu dari Universitas Gadjah Mada, perempuan seringkali mengalami kendala dalam mengakses pendidikan dan pelatihan kerja yang dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing mereka di pasar kerja.
Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah konkret yang dapat meningkatkan kesetaraan gender di bidang ketenagakerjaan. Salah satunya adalah dengan memberikan akses yang sama bagi laki-laki dan perempuan dalam hal pendidikan dan pelatihan kerja. Selain itu, juga perlu adanya kebijakan yang mendukung perempuan untuk dapat aktif berpartisipasi dalam dunia kerja.
Dengan memahami peran gender dalam tingkat pengangguran di Indonesia, diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menciptakan kesetaraan gender di bidang ketenagakerjaan. Sehingga, tidak ada lagi perbedaan yang signifikan antara tingkat pengangguran laki-laki dan perempuan, dan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan dalam karir mereka.
