Perceraian merupakan hal yang menyakitkan bagi setiap pasangan suami istri. Namun, sayangnya, dampak perceraian karena kondisi ekonomi di Indonesia semakin meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perceraian di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, dan salah satu faktor utamanya adalah kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Menurut pakar ekonomi, Dr. Budi Santoso, kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat memicu konflik di dalam rumah tangga. “Ketika pasangan suami istri mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari, seringkali hal ini memicu pertengkaran dan ketegangan yang berujung pada perceraian,” ujar Dr. Budi.
Selain itu, faktor ekonomi juga dapat memengaruhi psikologis seseorang dalam menghadapi pernikahan. Menurut psikolog Dr. Lina Wijaya, tekanan ekonomi yang terus menerus dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap konflik dalam hubungan pernikahan. “Pada akhirnya, ketidakmampuan dalam mengelola tekanan ekonomi dapat berujung pada perceraian,” tambah Dr. Lina.
Dampak perceraian karena kondisi ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, tetapi juga oleh anak-anak yang menjadi korban dalam situasi tersebut. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jumlah anak yang menjadi korban perceraian terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi ekonomi keluarga.
Untuk mengatasi dampak perceraian karena kondisi ekonomi, diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait. Program-program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga dapat menjadi solusi untuk mengurangi konflik dalam rumah tangga. Selain itu, pendekatan psikologis dan konseling juga penting untuk membantu pasangan suami istri dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Dengan kesadaran akan dampak perceraian karena kondisi ekonomi yang semakin meningkat, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Sebagai masyarakat Indonesia, kita perlu memahami pentingnya stabilitas ekonomi dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga. Semoga dengan upaya bersama, kita dapat mengurangi angka perceraian dan menciptakan generasi yang lebih kuat dan sejahtera di masa depan.
