Dunia kerja gig di Indonesia semakin populer belakangan ini. Banyak orang yang beralih ke model kerja fleksibel ini karena dinilai lebih menguntungkan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada ancaman risiko kerja fleksibel yang perlu diwaspadai.
Menurut data dari International Labour Organization (ILO), kerja fleksibel bisa memberikan kebebasan bagi pekerja, namun juga membawa risiko yang perlu diperhatikan. Ancaman tersebut bisa berupa ketidakpastian pendapatan, kurangnya jaminan sosial, dan kesulitan mendapatkan perlindungan hukum.
“Kerja fleksibel di dunia kerja gig memberikan keuntungan bagi pekerja dalam hal fleksibilitas waktu dan tempat. Namun, perlu diingat bahwa ada risiko-risiko yang perlu diantisipasi agar pekerja tidak terlalu rentan,” ujar Yuni, seorang pakar sosiologi dari Universitas Indonesia.
Salah satu risiko kerja fleksibel yang seringkali dihadapi oleh pekerja gig adalah ketidakpastian pendapatan. Dalam model kerja ini, pendapatan pekerja sangat bergantung pada jumlah tugas atau proyek yang berhasil diselesaikan. Hal ini bisa menjadi beban tersendiri bagi pekerja yang harus terus-menerus mencari proyek baru untuk memastikan pendapatannya tetap stabil.
Menurut Budi, seorang peneliti di bidang ekonomi kerja, “Risiko ketidakpastian pendapatan ini bisa berdampak pada kesejahteraan psikologis pekerja. Mereka mungkin merasa tertekan dan tidak memiliki kepastian dalam merencanakan keuangan mereka.”
Selain itu, kurangnya jaminan sosial juga menjadi masalah serius dalam kerja fleksibel di dunia kerja gig. Banyak pekerja gig yang tidak mendapatkan perlindungan seperti jaminan kesehatan dan jaminan pensiun dari pemberi kerja. Hal ini membuat mereka rentan terhadap risiko kesehatan dan keuangan yang tidak terduga.
Untuk mengatasi risiko kerja fleksibel di dunia kerja gig, perlu adanya regulasi yang mengatur perlindungan bagi para pekerja. Pemerintah dan perusahaan perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan adil bagi semua pihak.
Dengan demikian, para pekerja gig di Indonesia dapat menjalani pekerjaan mereka dengan lebih tenang dan nyaman, tanpa terlalu khawatir akan risiko yang mengintai. Ancaman risiko kerja fleksibel memang nyata, namun dengan langkah-langkah yang tepat, semua pihak bisa saling mendukung dan melindungi satu sama lain.
